.breadcrumbs {float: left;width: 590px;font-size: 11px;margin: 5px 10px 20px 10px;padding: 0px 0px 3px 0px;border-bottom: double #EAEAEA;}

Selasa, 21 Mei 2013

Type rest of the post here
Read More

Senin, 01 Desember 2008

smkn sukorejo artikel

SEKOLAH BERORIENTASI WISATA PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

  •  Latar Belakang Masalah
Mencermati adanya siswa yang sering tidak masuk sekolah dengan berbagai alasan di SMK Negeri Sukorejo selama ini, beberapa bulan yang lalu OSIS SMK Negeri Sukorejo, bekerja sama dengan guru bimbingan konseling (BK) mencoba mencari terobosan dengan mengadakan sharing dengan para siswa yang sering membolos tersebut.
Awalnya, kegiatan sharing ini sepertinya tidak berjalan sesuai harapan semula. Tetapi ketika kami mulai mengadakan pendekatan secara personal dari hati ke hati, ternyata mereka akhirnya bersedia mengungkapkan dengan jujur alasan mereka membolos sekolah. Penulis yakin mereka berkata jujur, karena penulis kebetulan juga fungsionaris OSIS yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan sharing tersebut. 
Alasan mereka sungguh di luar dugaan, yaitu sebagian besar merasa jenuh dan tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Berpijak dari hal inilah, penulis mengangkat topik ini pada lomba Penulisan Karya Ilmiah tingkat SMA/MA/SMK Kabupaten Pasuruan tahun 2007, dengan menggabungkan tema meningkatkan mutu pendidikan dan memberdayakan aset pariwisata Kabupaten Pasuruan yang telah ditentukan oleh panitia lomba.
Type rest of the post here

  • Rumusan Masalah
Bertolak dari permasalahan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Apa alasan siswa sering membolos sekolah?
  2. Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut?
  3. Mungkinkah sekolah dapat berfungsi sebagai wisata pendidikan bagi siswaSiswa?
  • Tujuan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
  1. Meminimalisasi siswa untuk membolos sekolah.
  2. Mengubah paradigma lama bahwa sekolah adalah semata-mata tempat belajar  mengajar saja.
  3. Membuka ruang pemikiran baru bagi semua pihak, terutama bagi pengambil kebijakan di lingkungan dinas pendidikan dan kebudayaan bahwa sekolah sebenarnya juga dapat berperan sebagai tempat wisata pendidikan bagi para siswa, sehingga para siswa merasa lebih nyaman dan kerasan berada di lingkungan sekolah. 
  • Sajian Definisi
Ada beberapa pengertian yang perlu dijelaskan dalam penulisan karya ilmiah ini untuk menghindari kesalahan pemahaman bagi pembaca.
  1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nil;ai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
  3. Wisata adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang dan sebagainya.
  4. Wisata Pendidikan adalah bepergian belajar bersama-sama untuk memperluas pengetahuan pada sebuah lembaga pendidikan [sekolah] dengan lingkungan sekolah dan sistem proses` belajar mengajar yang rekreatif.

BAB II
PEMBAHASAN

  • Alasan Membolos Sekolah
Dari kegiatan sharing dengan para siswsa yang sering membolos sekolah/meninggalkan jam pelajaran, penulis memperoleh beberapa jawaban sebagai berikut:
  1. Merasa kurang nyaman berada di lingkungan sekolah.
  2. Merasa tertekan ketika berada di ruang kelas.
  3. Merasa jenuh karena media pengajaran kurang rekreatif dan tidak variatif.
  4. Merasa terbelenggu karena terbatasnya ruang berekspresi bagi siswa.
  • Solusi Pencegahan Membolos Sekolah
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional [SISDIKNAS] Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 1 mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses`pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 
Pada Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang SISDIKNAS di atas termuat kalimat usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, yang artinya suasana belajar dan proses`pembelajaran menempati kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Tapi kenyataannya kedua aspek tersebut dari dulu sampai sekarang ini belum mengalami perubahan yang signifikan.
Sedangkan yang dimaksud pendidikan nasiaonal adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman [UU SISDIKNAS, 2003:3].
Secara eksplisit pada pengertian pendidikan nasional tersebut juga terdapat ungkapan tanggap terhadap perubahan zaman. Hal ini sangat jelas memberi sinyal bahwa corak pendidikan kita perlu mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman.
Selain itu, Pokok-Pokok Kebijakan Direktorat Jendral Menejemen Dikdasmen yang mengatur tentang peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, salah satunya juga memuat tentang persoalan perbaikan sarana dan prasarana [Majalah Info Dikdasmen, 2006].
Produk-produk hukum dan sejumlah peraturan tentang pendidikan di atas, penulis anggap sudah lebih dari cukup untuk mengubah wajah pendidikan kita menjadi lebih baik lagi dari segi fisik maupun sistem proses pengajarannya. Hanya tinggal menunggu kemauan politik dari pemerintah untuk mengimplementasikannya.
Mengacu pada beberapa undang-undang tentang pendidikan tersebut, penulis optimis bahwa cepat atau lambat dunia pendidikan kita pasti akan berubah menjadi lebih baik. Sehingga kami sebagai siswa, akan merasa nyaman dan betah berada di lingkungan sekolah. 
Berkaitan dengan hal itu, penulis akan menawarkan beberapa solusi untuk meminimalisasi siswa membolos sekolah sesuai dengan urutan alasan siswa membolos sekolah, sebagai berikut:
  1. Tata ruang dan bentuk arsitektur bangunan sekolah dari zaman ke zaman nyaris tidak mengalami perubahan. Berderet lurus memanjang, terkotak-kotak dan simetris. Tampak begitu kaku dan angkuh. Apalagi sekolah-sekolah yang memiliki lahan terbatas, terasa begitu gersang dan menyesakkan dada. Kondisi seperti ini akan menyebabkan penghuninya cepat lelah, merasa jenuh, dan bahkan bisa menyebabkan stress. Penulis membayangkan tata ruang yang lebih ramah lingkungan dan bentuk arsitektur bangunan yang lebih sedap dipandang mata. Di sekitar sekolah tumbuh pohon-pohon rindang, sehingga udara yang terhirup lebih sehat. Di depan kelas ada taman bunga, kolam ikan, burung-burung beterbangan untuk cuci mata di kala jam istirahat setelah pikiran penat mengikuti pelajaran sekolah. Dengan suasana seperti ini, penulis yakin siswa akan merasa nyaman dan betah berlama-lama di sekolah. Karena “rumah besar” itu telah menjelma menjadi surga tempat bermain dan belajar bagi mereka.
  2. Tata ruang kelas kita selama ini juga nampak monoton. Dinding tertempel foto presiden, wakil presiden, pahlawan-pahlawan nasional, daftar piket, dan struktur organisasi kelas. Wajar jika mereka merasa tertekan berada di ruang kelas, karena di samping suasananya kering ruangan kelas sering terasa begitu gerah karena sirkulasi udara yang kurang baik. Situasinya akan berbeda, bila mereka diberi kebebasan menata kelas sesuai kemauan mereka sendiri dalam batas-batas tertentu. Kalau perlu mereka diberi hak untuk mengecat dinding warna-warni, atau bahkan melukis dinding, menempeli puisi, syair lagu  sesuai suasana hati mereka sendiri. Dengan demikian tiap-tiap kelas akan berkompetisi secara sehat memperindah ruang kelas masing-masing. Akhirnya, mereka akan merasa tenang berada di “rumah” mereka sendiri, karena desain ruangannya telah sesuai dengan suasana batin mereka sendiri.
  3. Hingga saat ini media pengajaran yang digunakan di sekolah kami masih terbatas pada LCD, VCD, slide, peralatan-peralatan mesin pada jurusan otomotif, dan perangkat-perangkat elektro pada jurusan elektronika. Keadaan di sekolah-sekolah lain mungkin tidak jauh berbeda. Tidak dapat dipungkiri media pengajaran seperti itu memang perlu agar siswa tidak “gatek” [gagap tekno,logi]. Tetapi kalau dilakukan terus menerus siswa akan merasa jenuh. Untuk mata diklat-mata diklat tertentu kiranya perlu juga menggunakan alam sekitar sebagai media pengajaran. Karena selain lebih variatif dan rekreatif, siswa dapat membuktikan dan menerapkan teori-teori yang didapat secara langsung pada kehidupan nyata.
  4. Kebebasan berekspresi bagi siswa seyogyanya terbuka seluas-luasnya pada kegiatan ekstrakurikuler. Namun kegiatan ekstra kurikuler yang ada selama ini 
masih lebih banyak yang bersifat olah fisik daripada olah rasa seperti, sepak bola, bola voli, pramuka, silat, karate, renang dan sebagainya. Bahkan masih ada beberapa sekolah yang sama sekali tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Untuk itu sangat perlu diadakan kegiatan ekstrakurikuler yang 
bersifat olah rasa seperti, seni musik, seni tari dan teater. Agar siswa dapat mengekspresikan gejolak jiwa mudanya pada jalur yang positif.
Beberapa solusi yang penulis tawarkan di atas belum tentu terjamin kevalidannya. Tetapi setidaknya, itulah sumbangsih yang dapat penulis berikan bagi perbaikan dunia pendidikan kita melalui lomba penulisan karya ilmiah ini.

  • Sekolah Berorientasi Wisata Pendidikan Bukanlah Sebuah Mimpi di Siang Bolong
Sekolah Berorientasi Wisata Pendidikan bukanlah sebuah gagasan yang mustahil untuk diimplementasikan. Karena produk-produk hukum seperti undang-undang dan peraturan pemerintah sudah lebih dari cukup yang membahas tentang perbaikan mutu pendidikan. Dengan syarat semua pihak yang berkompeten seperti masyarakat, pemerintah, dan lembaga legislatif  bersinergi untuk mewujudkannya.
Apabila hal ini bisa diimplementasikan di Kabupaten Pasuruan, maka penulis berkeyakinan perbaikan mutu pendidikan di Kabupaten Pasuruan akan mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dan pemberdayaan aset pariwisata di Kabupaten Pasuruan juga akan berhasil dengan baik, karena masing-masing sekolah akan menjadi tempat wisata bagi keluarga besar sekolah tersebut dan masyarakat.  



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan
Pilar-pilar utama dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah adanya pendidik, peserta didik, ruang tempat berlangsungnya proses pembelajaran, bahan ajar, dan media pengajaran. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi dengan baik, maka proses belajar mengajar tidak mungkin berhasil dengan baik pula.
Dengan demikian, apabila peserta didik sebagai komponen penting dalam kegiatan proses belajar mengajar tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka peserta didik tersebut tidak mungkin memperoleh hasail pembelajaran secara optimal. 
Faktor-faktor penghambat peserta didik tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah sering membolos sekolah/meninggalkan jam pelajaran sekolah karena berbagai alasan yang telah penulis uraikan di atas. 
Untuk mengantisipasi berbagai factor penghambat tersebut, maka sekolah harus mampu berfungsi sebagai tempat wisata pendidikan bagi para siswa. Agar mereka merasa aman dan nyaman berada di lingkungan sekolah.

  • Saran
Sekolah berorientasi wisata pendidikan ini, hanyalah sebuah gagasan prematur dari seorang peserta didik, yang memimpikan dunia pendidikan kita melesat maju seperti pada negara-negara lain. Agar gagasan ini tidak berhenti hanya pada sebatas wacana, maka diperlukan kerja sama dari semua pihak dan kemauan politik dari pemerintah untuk segera mewujudkannya.

  
DAFTAR PUSTAKA

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun  2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Bandung: Citra Umbara.
Majalah Info Dikdasmen edisi April 2006.
Read More

Jumat, 21 November 2008

Terapi Mandi

Mandi dua kali sehari dan cuci rambut paling telat tiga hari sekali sangat dianjurkan pakar kesehatan dan kebugaran. Alasannya, sentuhan air bersih dengan tubuh membuat badan terasa segar dan bugar kembali. Sejak ratusan tahun sebelum masehi bangsa Romawi sudah mengenal khasiat mandi, entah mandi susu atau berendam di kolam air bersih yang dilengkapi pancuran dan wewangian. Tujuannya agar tubuh bersih, sehat,
dan wangi.

 

Spa yang kita kenal sekarang tak Cuma dihubungkan dengan air, melainkan juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa-badan, serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami seperti perawatan wajah dan tubuh dengan aromaterapi, mandi rempah, body scrub, body wrap, pengaturan gizi, yoga, meditasi. Namun konsep Spa itu sendiri asal-muasalnya hanya berkaitan dengan air. Istilah “Spa” diambil dari bahasa Yunani sante per aqua, artinya kesehatan melalui terapi air.

 

Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.

Read More

Berpikir dan Merenung

Berpikir dapat membebaskan seseorang dari belenggu sihir. Allah bertanya kepada manusia, "…maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?. Kata disihir atau tersihir di sini mempunyai makna kelumpuhan mental atau akal yang menguasai manusia secara menyeluruh. Akal yang tidak digunakan untuk berpikir berarti bahwa akal tersebut telah lumpuh, penglihatan menjadi kabur, berperilaku sebagaimana seseorang yang tidak melihat kenyataan di depan matanya, sarana yang dimiliki untuk membedakan yang benar dari yang salah menjadi lemah. Ia tidak mampu memahami sebuah kebenaran yang sederhana sekalipun. Ia tidak dapat membangkitkan kesadarannya untuk memahami peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi di sekitarnya. Ia tidak mampu melihat bagian-bagian rumit dari peristiwa-peristiwa yang ada. Apa yang menyebabkan masyarakat secara keseluruhan tenggelam dalam kehidupan yang melalaikan selama ribuan tahun serta menjauhkan diri dari berpikir sehingga seolah-olah telah menjadi sebuah tradisi adalah kelumpuhan akal ini.

 

Pengaruh sihir yang bersifat kolektif tersebut dapat dikiaskan sebagaimana berikut:

 

Dibawah permukaan bumi terdapat sebuah lapisan mendidih yang dinamakan magma, padahal kerak bumi sangatlah tipis. Tebal lapisan kerak bumi dibandingkan keseluruhan bumi adalah sebagaimana tebal kulit apel dibandingkan buah apel itu sendiri. Ini berarti bahwa magma yang membara tersebut demikian dekatnya dengan kita, dibawah telapak kaki kita!

 

Setiap orang mengetahui bahwa di bawah permukaan bumi ada lapisan yang mendidih dengan suhu yang sangat panas, tetapi manusia tidak terlalu memikirkannya. Hal ini dikarenakan para orang tua, sanak saudara, kerabat, teman, tetangga, penulis artikel di koran yang mereka baca, produser acara-acara TV dan professor mereka di universitas tidak juga memikirkannya.

 

Ijinkanlah kami mengajak anda berpikir sebentar tentang masalah ini. Anggaplah seseorang yang telah kehilangan ingatan berusaha untuk mengenal sekelilingnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada setiap orang di sekitarnya. Pertama-tama ia menanyakan tempat dimana ia berada. Apakah kira-kira yang akan muncul di benaknya apabila diberitahukan bahwa di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah bola api mendidih yang dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi pada saat terjadi gempa yang hebat atau gunung meletus? Mari kita berbicara lebih jauh dan anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa bumi tempat ia berada hanyalah sebuah planet kecil yang mengapung dalam ruang yang sangat luas, gelap dan hampa yang disebut ruang angkasa. Ruang angkasa ini memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan materi bumi tersebut, misalnya: meteor-meteor dengan berat berton-ton yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak mungkin meteor-meteor tersebut bergerak ke arah bumi dan kemudian menabraknya.

 

Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya. Ia pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat rapuh dan membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi ini hanya terjadi karena adanya sebuah sistim yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistim keseimbangan yang sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.

 

Contoh di atas hanyalah satu diantara jutaan, atau bahkan trilyunan contoh-contoh yang hendaknya direnungkan oleh manusia. Di bawah ini satu lagi contoh yang mudah-mudahan membantu dalam memahami bagaimana "kondisi lalai" dapat mempengaruhi sarana berpikir manusia dan melumpuhkan kemampuan akalnya.

 

Manusia mengetahui bahwa kehidupan di dunia berlalu dan berakhir sangat cepat. Anehnya, masih saja mereka bertingkah laku seolah-olah mereka tidak akan pernah meninggalkan dunia. Mereka melakukan pekerjaan seakan-akan di dunia tidak ada kematian. Sungguh, ini adalah sebuah bentuk sihir atau mantra yang terwariskan secara turun-temurun. Keadaan ini berpengaruh sedemikian besarnya sehingga ketika ada yang berbicara tentang kematian, orang-orang dengan segera menghentikan topik tersebut karena takut kehilangan sihir yang selama ini membelenggu mereka dan tidak berani menghadapi kenyataan tersebut. Orang yang mengabiskan seluruh hidupnya untuk membeli rumah yang bagus, penginapan musim panas, mobil dan kemudian menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah yang bagus, tidak ingin berpikir bahwa pada suatu hari mereka akan mati dan tidak akan dapat membawa mobil, rumah, ataupun anak-anak beserta mereka. Akibatnya, daripada melakukan sesuatu untuk kehidupan yang hakiki setelah mati, mereka memilih untuk tidak berpikir tentang kematian.

 

Namun, cepat atau lambat setiap manusia pasti akan menemui ajalnya. Setelah itu, percaya atau tidak, setiap orang akan memulai sebuah kehidupan yang kekal. Apakah kehidupannya yang abadi tersebut berlangsung di surga atau di neraka, tergantung dari amal perbuatan selama hidupnya yang singkat di dunia. Karena hal ini adalah sebuah kebenaran yang pasti akan terjadi, maka satu-satunya alasan mengapa manusia bertingkah laku seolah-olah mati itu tidak ada adalah sihir yang telah menutup atau membelenggu mereka akibat tidak berpikir dan merenung.

 

Orang-orang yang tidak dapat membebaskan diri mereka dari sihir dengan cara berpikir, yang mengakibatkan mereka berada dalam kelalaian, akan melihat kebenaran dengan mata kepala mereka sendiri setelah mereka mati, sebagaimana yang diberitakan Allah kepada kita dalam Al-Qur'an :

 

"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam." (QS. Qaaf, 50: 22)

 

Dalam ayat di atas penglihatan seseorang menjadi kabur akibat tidak mau berpikir, akan tetapi penglihatannya menjadi tajam setelah ia dibangkitkan dari alam kubur dan ketika mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di akhirat.

 

Perlu digaris bawahi bahwa manusia mungkin saja membiarkan dirinya secara sengaja untuk dibelengguoleh sihir tersebut. Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan hal ini mereka akan hidup dengan tentram.Syukurlah bahwa ternyata sangat mudah bagi seseorang untuk merubah kondisi yang demikian serta melenyapkan kelumpuhan mental atau akalnya, sehingga ia dapat hidup dalam kesadaran untuk mengetahui kenyataan. Allah telah memberikan jalan keluar kepada manusia; manusia yang merenung dan berpikir akan mampu melepaskan diri dari belenggu sihir pada saat mereka masih di dunia. Selanjutnya, ia akan memahami tujuan dan makna yang hakiki dari segala peristiwa yang ada. Ia pun akan mampu memahami kebijaksanaan dari apapun yang Allah ciptakan setiap saat.

 

Seseorang dapat berpikir kapanpun dan dimanapun

 

Berpikir tidaklah memerlukan waktu, tempat ataupun kondisi khusus. Seseorang dapat berpikir sambil berjalan di jalan raya, ketika pergi ke kantor, mengemudi mobil, bekerja di depan komputer, menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan, melihat TV ataupun ketika sedang makan siang.

 

Misalnya: di saat sedang mengemudi mobil, seseorang melihat ratusan orang berada di luar. Ketika menyaksikan mereka, ia terdorong untuk berpikir tentang berbagai macam hal. Dalam benaknya tergambar penampilan fisik dari ratusan orang yang sedang disaksikannya yang sama sekali berbeda satu sama lain. Tak satupun diantara mereka yang mirip dengan yang lain. Sungguh menakjubkan: kendatipun orang-orang ini memiliki anggota tubuh yang sama, misalnya sama-sama mempunyai mata, alis, bulu mata, tangan, lengan, kaki, mulut dan hidung; tetapi mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain. Ketika berpikir sedikit mendalam, ia akan teringat bahwa:

 

Allah telah menciptakan bilyunan manusia selama ribuan tahun, semuanya berbeda satu dengan yang lain. Ini adalah bukti nyata tentang ke Maha Perkasaan dan ke Maha Besaran Allah.

 

Menyaksikan manusia yang sedang lalu lalang dan bergegas menuju tempat tujuan mereka masing-masing, dapat memunculkan beragam pikiran di benak seseorang. Ketika pertama kali memandang, muncul di pikirannya: manusia yang jumlahnya banyak ini terdiri atas individu-individu yang khas dan unik. Tiap individu memiliki dunia, keinginan, rencana, cara hidup, hal-hal yang membuatnya bahagia atau sedih, serta perasaannya sendiri. Secara umum, setiap manusia dilahirkan, tumbuh besar dan dewasa, mendapatkan pendidikan, mencari pekerjaan, bekerja, menikah, mempunyai anak, menyekolahkan dan menikahkan anakanaknya, menjadi tua, menjadi nenek atau kakek dan pada akhirnya meninggal dunia. Dilihat dari sudut pandang ini, ternyata perjalanan hidup semua manusia tidaklah jauh berbeda; tidak terlalu penting apakah ia hidup di perkampungan di kota Istanbul atau di kota besar seperti Mexico, tidak ada bedanya sedikitpun. Semua orang suatu saat pasti akan mati, seratus tahun lagi mungkin tak satupun dari orang-orang tersebut yang akan masih hidup. Menyadari kenyataan ini, seseorang akan berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri: "Jika kita semua suatu hari akan mati, lalu apakah gerangan yang menyebabkan manusia bertingkah laku seakan-akan mereka tak akan pernah meninggalkan dunia ini? Seseorang yang akan mati sudah sepatutnya beramal secara sungguh-sungguh untuk kehidupannya setelah mati; tetapi mengapa hampir semua manusia berkelakuan seolah-olah hidup mereka di dunia tak akan pernah berakhir?"

Read More

Terapi La Tahzan (Don't Be Sad)

Jangan bersedih, karena Anda telah melalui kesedihan itu kemarin dan ia tidak memberi manfaat apapun. Ketika anak Anda gagal dalam ujian dan Anda bersedih karenanya, apakah kemudian anak Anda lulus karena kesedihan itu? Saat bapak Anda meninggal dan Anda bersedih, apakah ia akan hidup kembali? Manakala Anda merugi dalam suatu bisnis dan kemudian Anda bersedih, apakah kemudian kerugian itu berubah menjadi keuntungan?

 

Jangan bersedih, sebab bila Anda bersedih gara-gara satu musibah maka musibah yang satu itu akan menjadi berlipat ganda. Ketika Anda bersedih karena kemiskinan atau kesengsaraan yang Anda alami, bukankah kesedihan itu hanya menambah kesusahan Anda saja? Saat Anda bersedih karena cercaan musuhmusuh Anda, pastilah kesedihan itu hanya akan menguntungkan dan menambah semangat mereka untuk menyerang Anda. Atau, ketika Anda mencemaskan terjadinya sesuatu yang tidak Anda sukai, ia akan mudah terjadi pada Anda.

 

Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat rumah yang luas, isteri yang cantik, harta yang berlimpah, kedudukan yang tinggi, dan anak-anak yang cerdas tidak ada gunanya sedikit pun.

 

Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan membuat air yang segar terasa pahit, dan sekuntum bunga mawar yang indah tampak seperti sebongkok labu, taman yang rimbun tampak seperti gurun pasir yang gersang, dan kehidupan dunia menjadi penjara yang pengap.

 

Jangan bersedih, karena rasa sakit dapat sirna, cobaan akan pergi, dosa akan terampuni, hutang akan terbayar, narapidana akan dibebaskan, orang yang hilang akan kembali, orang yang melakukan kemaksiatan akan bertaubat, dan orang yang fakir akan menjadi kaya.

 

Jangan bersedih karena Anda masih memiliki Agama yang Anda yakini, rumah yang Anda diami, nasi yang Anda makan, air yang Anda minum, pakaian yang Anda pakai, dan isteri tempat Anda berbagi rasa. Mengapa harus bersedih?

 

Jangan bersedih, karena rasa sedih datangnya dari setan. Kesedihan adalah rasa putus asa yang menakutkan, kefakiran yang menimpa, putus asa yang berkelanjutan, depresi yang harus dihadapi, dan kegagalan yang menyakitkan.

 

Jangan bersedih, sebab usia Anda yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan hati Anda. Oleh sebab itu; jangan habiskan usia Anda dalam kesedihan, jangan boroskan malam-malam Anda dalam kecemasan, jangan berikan menit-menit Anda untuk kegundahan, dan jangan berlebihan dalam menyia-nyiakan hidup, sebab Allah tidak suka orang-orang yang berlebihan.

 

Jangan bersedih, karena kesedihan hanya akan membuatmu lemah dalam beribadah, membuatmu malas berjihad, membuatmu putus harapan, menggiringmu untuk berburuk sangka, dan menenggelamkanmu ke dalam pesimisme.

 

Jangan bersedih, sebab rasa sedih dan gundah adalah akar penyakit jiwa, sumber penyakit syaraf, penghancur jiwa, dan penebar keraguan dan kebingungan.

 

Jangan bersedih, karena ada al-Qur’an, ada do’a, ada shalat, ada sedekah, ada perbuatan baik, dan ada amalan yang memberikan manfaat.

 

Jangan bersedih, dan jangan pernah menyerah kepada kesedihan dengan tidak melakukan aktivitas. Shalatlah.. bertasbihlah.. bacalah.. menulislah.. bekerjalah.. terimalah tamu.. dan merenunglah..



Read More

Lagi Pingin Nampang

Lagi Pingin Nampang
...

Arsip Blog